Anteposterior

(n) Tempat Dimana Dapat Berbagi Pikiran Dan Perasaan



Sinar Cerah Simulakra


Kudengar melalui cerita – cerita maya tentang indahnya mawar
Baunya melekat indah tergambar jelas bersama rasanya malam
Entah angin apa yang mampu membawa berita manis merajuk angan
Bersama tulisan suci yang masih menjadi misteri alam

Begitu nyala terang membutakan gelap gulita
Begitu gelap mendekap sukma yang sulit memandang
Begitu rentan jalan yang dipilih jika gerbangnya begitu dekat
Tak menjadi asa namun tak rela hilang jika tak dicoba juga

Gelap menjadi ketakutanku pada sinar manjamu
Surut bersama suara ayam berkokok dan menjadi takut
Tak semata karena subuh sedang menjelma menjadi maut
Namun pesona cakrawala indah yang warnai lukismu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
RESENSI FILM: AMAZING GRACE



Ringkasan:
Amazing Grace adalah sebuah film tentang seorang politisi yang juga taat beragama bernama William Wilberforce, dimana ia berusaha menghapus perdagangan budak bersama teman – teman seperjuangannya. Wilber tinggal bersama sepupunya untuk menjalani perawatan atas sakit parah yang dideritanya. Disana Ia malah dijodohkan dengan serang wanita yang juga ternyata pengamat perdagangan buruh yang juga mengagumi sosok Wilberforce. Ia bernama Barbara Spooner. Perjalanan Wilber dalam menentang perdagangan budak dilalui sangat berat, meskipun begitu Ia tidak sendiri karena banyak orang disekitar Dia yang juga mendukungnya.


 Film ini berlatar belakang waktu di akhir abad 18, lebih dari 11 juta laki – laki atau perempuan baik anak – anak maupun dewasa diambil dari afrika untuk menjadi budak di Hindia Barat dan koloni Amerika. Inggris Raya merupakan negara super power pada masa itu. Dan kerajaannya dibangun dengan tenaga para budak. Keberadaan budak pada waktu itu hanya dianggap oleh beberapa orang saja. Hanya sedikit yang menentang hal tersebut, termasuk Wilber dan kawan – kawannya yang berusaha keras menentang itu.

Di awal film dibuka dengan adegan yang cukup menyentuh tentang kepedulian tokoh utama William Wilberforce seorang politis terhadap sesama. Ketika hari sangat gelap karena hujan yang begitu lebat, ada kereta kuda yang berhenti di tepi jalan yang berlumpur. Kuda yang ditumpangi oleh dua orang penumpang kereta kuda tersebut sedang tersungkur sedangkan pemiliknya terus memecuti kuda itu memaksanya untuk bangun dan segera menarik kereta kuda. William Wilberforce dengan kereta kudanya yang sedang melintas seketika berhenti dan memberikan nasehat kepada pemilik kuda itu untuk menghentikan dan menyuruh mengistirahatkan kudanya selama satu jam. Maka kuda itu akan kembali bekerja.

Selanjutnya adegan beralih pada suasana debat di house of commons pun terlihat bagaimana wilber sangat berjuang demi hilangnya perbudakan. Namun usaha dia belumlah dapat diterima karena masih belum mendalam mengenai kajian penghapusan perbudakan yang diajukan. Dibantu teman politiknya Billy, dipertemukanlah dengan orang – orang yang dapat mempertajam bukti dan orang – orang yang juga sama berjuang mengenai penghapusan perbudakan.

Diceritakanlah fakta – fakta mengenai budak yang belum pernah Wilber ketahui. Ketika budak meninggalkan Afrika, mereka terkunci dalam ruangan 4 kaki 18 inci. Tanpa kebersihan, sangat sedikit makanan dan air genangan yang kotor dipenuhi darah mereka harus menghadapinya selama 3 minggu perjalanan jika cuaca buruk. Suasana begitu mencekam dalam kapal. Di dalam kapal yang bernama kapal Madagaskar itu mereka dirantai kaki, tangan dan leher mereka sehingga mereka tidak akan bisa renang waktu perjalanan.

Separuh dari buruh yang dikirim mati di perjalanan dan mereka dibuang untuk meringankan kapal. Rantai tersebut tidak akan dilepas sampai pelabuhan di Jamaika. Setelah itu mereka diberi cap ditubuh mereka dengan besi panas. Hal itu sebagai arti bahwa mereka sudah bukan milik Tuhan tapi milik manusia.

Setelah semua bukti terkumpul mengenai perbudakan yang begitu sangat merugikan martabat manusia. Maka Wilber segera membawanya dalam dewan majelis untuk mendapatkan dukungan dalam penghapusan perbudakan. Namun hasilnya banyak yang menentang karena penghapusan perbudakan akan sangat merugikan perekonomian mereka dan membuat Perancis akan menguasai Inggris. Karena Wilber dan pendukungnya masih kalah dalam perdebatan panjang itu. Mereka mengerahkan seluruh anggota dan anggota yang baru saja mendukung untuk menyebar keseluruh Inggris dan meminta dukungan dengan membuat petisi.

Dalam sidang Wilber menunjukan sekitar 390.000 orang menandatangani petisi tersebut. Hal ini seharusnya telah membuat banyak orang percaya dan segera menghapuskan perbudakan. Namun, salah satu anggota dari lawan meminta untuk petisi itu diperiksa dulu dan ia setuju akan penghapusan perbudakan meskipun tidak bisa cepat. Ia berpendapat bahwa harus ada tahap – tahapannya karena kapal akan karam jika langsung dihantam badai yang artinya penghapusan perbudakan ditunda dulu. Meskipun begitu Wilber tidak setuju, Ia bilang bahwa “apakah kesedihan di afrika harus ditunda. Apakah kematian seseorang bisa ditunda?”.

Setelah sidang tersebut mereka berusaha berjuang lagi dengan mempengaruhi banyak orang mengenai revolusi tentang perbudakaan dengan menggunakan metode ceramah, menulis buku, diskusi politik dan lain – lain. Namun hal tersebut terasa nihil karena masih banyak yang tidak setuju akan penghapusan budak. Sampai pada akhirnya mereka hampir menyerah dan mereka bercerai berai.

Dalam cerita tersebut setelah Wilber memiliki istri dan punya anak. Wilber berusaha kembali berjuang dengan mengumpulkan teman – temannya kembali. Sampai pada akhirnya mereka berhasil berkumpul dan berdiskusi kembali dan membuat satu strategi baru yaitu “Nasus Decipio” yang dalam bahasa Inggris berarti “We Cheat”. Setelah dua tahun menjalankan strategi itu, teman dekat dan teman seperjuangannya dalam menentang perbudakan dan yang telah menjadi perdana menteri Billy meninggal. Akhirnya mereka berhasil menghapus perbudakan. Setelah hasil pemungutan suara menyatakan 283 setuju dan 16 orang tidak setuju.

Kelebihan:
  • -          Diangkat dari kisah nyata tentang perdagangan budak
  • -          Banyak amanat yang bisa diambil dari film ini
  • -          Klimaks di akhir yang sangat inspiratif
  • -          Tema lagu Amazing Grace yang sesuai dengan tema film


Kekurangan:
  • -          Film ini sedikit membosankan karena suasana waktu tempo dulu dan dialog politik yang cukup berat mengenai perdagangan budak, namun bagi anda yang menyukainya mungkin tidak melihat ini menjadi kelemahan


Amanat:
Amanat yang bisa diambil dari langkah tokoh utama Wilber dalam menentang perbudakan adalah yang dikatakan oleh tokoh Charles Fox pada saat monolog akhir setelah selesai putusan hasil sidang. “Ketika berbicara tentang orang besar banyak orang akan memikirkan tentang napoleon, orang yang keras. Jarang mereka memikirkan orang yang lembut. Tapi sambutan yang berbeda akan mereka terima saat pulang ke rumah habis perang. Napoleon akan tiba dengan kemegahan dan kekuasaan, seorang pria yang mencapai puncak ambisi duniawi. Namun mimpinya akan dihantui oleh penindasan perang. William Wilberforce Akan kembali ke keluarganya, meletakkan kepalanya diatas bantal dan mengingat perdagangan budak sudah tidak ada lagi”.

Menjadi seorang penggerak perubahan menjadi lebih baik tidak harus dengan cara – cara kekerasan. Namun bisa dilakukan dengan cara yang sangat persuasif sehingga hasilnya tidak destruktif. Perbudakan adalah sangat tidak manusiawi. Perubahan mengenai perdagangan perbudakan juga harus dilakukan dengan cara – cara yang manusiawi. Wilber memperjuangkan penghapusan perbudakan bukan hanya karena dia seorang aktivis politik tapi juga melakukan perkerjaan Tuhan, yang artinya bukan untuk duniawi tapi juga kehidupan setelah itu yaitu akhirat.


Disutradarai oleh: Michael Apted
Diproduksi oleh: 
  •  Patricia Heaton
  • David Hunt
  •  Terrence Malick
  • Edward R. Pressman
  • Ken Wales

Ditulis oleh: Steven Knight
Dibintangi oleh:
  •  Ioan Gruffudd
  •  Benedict Cumberbatch
  • Romola Garai
  • Albert Finney
Musik oleh: David Arnold
Sinematografi: Remi Adefarasin
Disunting oleh: Rick Shaine
Tanggal rilis:
  • 16 September 2006 ( TIFF )
  • 23 Februari 2007 ( US )
  • 23 Maret 2007 ( UK )
Durasi Film: 118 menit
Anggaran: US $ 29.000.000
Box office: US $ 32.120.360


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebuah Pemikiran: Pentingkah Ujian?




          Pernah nggk sih kalian bertanya kenapa kok ada ujian di sekolah? Pasti ada jawaban ya untuk menguji kemampuan lah, ya untuk mengukur kepintaran lah, ya untuk bla bla bla bla. Terkadang aku sendiri berfikir ujian itu untuk apa. Banyak siswa yang baru belajar saat ujian, banyak orang tua menjadi perhatian saat ujian, banyak orang yang belajar, banyak orang yang tinggal buat contekan,  banyak hal terjadi saat ujian.

Pendapat pribadiku mengatakan ujian adalah arena pertandingan akademik berbagai siswa dengan tujuan sekolah yang berbeda – beda. Iya nggk sih?. Ada orang yang niatnya sekolah cari ilmu belajar terus sampai dapat nilai bagus. Ada orang yang niatnya cari nilai jadi tahu cara dapat nilai mulai dari yang halal sampai haram, ada yang sekolah cuman buat ngisi waktu luang ngerjain seadanya sampai – sampai nilai D tapi masih kayak gk ada beban.

Well, semua nggk jadi masalah sih ketika memang  ada perkataan “setiap orang punya jalan masing – masing”  tapi yang menjadi masalah adalah ketika anggapan masyarakat atau stigma mereka menjadi sebuah hp canggih yang harus dibeli. Pernah nggk sih kalian udah usaha belajar keras terus dapat nilai jelek terus temen – temen, keluarga atau masyarakat memandang kalian bodoh? Pernah nggk sih kalian ujian nyontek gk belajar tapi dapet A terus masyarakat bilang kalian pinter?. Pernah nggk sih ketika kalian udah belajar keras dapat nilai A terus temen kalian tinggal nyontek dapat nilai A terus kalian dianggap sama pintarnya?. Lucu nggk sih?

Well lagi, masyarakat memang sangat lucu. Nggk perlu menyalahkan masyarakat tapi pecahkan kodenya. Hasil tidak akan menghianati usaha temen – temen sekalian yang belajar keras. Akan ada hasilnya suatu saat nanti dan tunjukan saja bahwa ujian bukanlah indikator kecerdasan seseorang. So? Penting atau tidaknya ujian tergantung bagaimana kita memaknai sendiri dan tidak memperdulikan hal – hal lain yang akan menhancurkan ketulusan kita mencari ilmu dan menuju kesuksesan.




Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
SOSIOLOGI PENDIDIKAN: Menilik Ideologi Pendidikan Kritis




            Seperti mungkin yang kita semua tau mengenai kurikulum yang ada di Indonesia kian lama kian berubah – ubah. Seolah – olah masih mencari metode yang tepat, tapi malah membuat bingung banyak orang. Sistem pendidikan yang sekarang mencoba mengubah sistem one-way traffic atau yang biasanya guru ceramah siswa mendengarkan ke sistem multi-way traffic dimana siswa harus lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator.


Perubahan – perubahan mengenai sistem di pendidikan tidak lepas dari ideologi pendidikan yang dipakai. Ada beberapa ideologi dalam pendidikan seperti ideologi konservatif meyakini bahwa stratifikasi masyarakat merupakan hukum alam. perubahan sosial bukan merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan, karena perubahan akan membuat kesengsaraan. Masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan, hanya Tuhan lah yang mampu menentukan keadaan masyarakat. Orientasinya adalah untuk menjaga nilai – nilai normatif (status quo). Pendidikan menjadi tidak jauh beda dengan proses sosialisasi yang kemudian menjadi pedoman hidup.

Ideologi pendidikan liberalisme misalnya, meyakini bahwa ada masalah – masalah (sosial, politik dan ekonomi) dalam kehidupan masyarakat, tetapi pendidikan tidak berkait dengan itu semua. Pendidikan tidak memiliki tugas yang berkaitan dengan persoalan politik dan ekonomi. pendidikan justru menyesuaikan diri dengan keadaan ekonomi dan politik, dengan cara reformasi kosmetik. Contoh-contohnya membangun kelas dengan fasilitas baru peralatan sekolah dibuat modern, mengglobal dan berbasis komputer (komputerisasi) atau menyediakan alat – alat pendidikan yang cenderung berlebihan. Pelatihan – pelatihan untuk menjadi buruh juga digalakkan untuk menjaga adanya pekerja berkualitas.

            Ideologi pendidikan kritis sendiri tokoh yang paling terkenal biasanya adalah Paulo Freire yang paling terkenal dalam bukunya pendidikan kaum tertindas, adalah Freire memandang pendidikan yang terjadi selama ini hanya mempererat kesenjangan sosial dikarenakan pendidikan tidak diupayakan untuk mencerdaskan atau mengasah kepekaan akan realitas sosial. Namun para pelajar dihilingkan sensitivitasnya terhadap realitas sosial dan menciptakan buruh – buruh untuk kaum atas. Sehingga Freire merasa bahwa sudah ada penindasan dalam pendidikan.

             Didasarkan atas pemikiran Paolo Freire, terutama tentang kesadaran manusia. Menurut Freire, kesadaran manusia terdiri atas tiga tahap yaitu kesadaran magis yang berarti manusia selalu mengkaitkan apa yang terjadi dalam hidupnya adalah takdir jadi cenderung fatalis dalam kehidupan. Yang kedua adalah kesadaran naif artinya manusia sudah memahami akan masalah – masalah yang ada dan sadar mengenai ketertindasan. Namun, masyarakat masih kurang peduli dan tidak berani melakukan perubahan. Yang ketiga adalah kesadaran kritis, ini adalah titik dimana manusia mengerti dan peka terhadap realitas sosial dan ada tindakan untuk melawan penindasan serta melakukan perubahan yang lebih baik.

            Paulo Freire memandang bahwasanya manusia harus memiliki kesadaran kritis agar merdeka dari penindasan dan menikmati hak sebagai manusia yang bebas dan merdeka. Pendidikan kritis sendiri meyakini bahwa hal-hal berikut ini adalah yang dapat membisukan manusia yaitu ketidakadilan kelas, diskriminasi gender, hegemoni kultural dan politik, Dominasi  (diskursus yang membius kesadaran masyarakat).

Dalam pendidikan kritis juga memiliki metode praktik yang dapat diterapkan. Metode yang dipakai Paulo Freire sendiri adalah dialogis, dialog adalah cara memanusiakan manusia (humanisasi). Melalui proses dialog menghasilkan conscienitazation (konsienitasasi). Proses berkembangnya kesadaran dan memiliki critical awarness (kepekaan kritis) sehingga mampu melihat secara kritis kontradiksi sosial di sekelilingnya dan berusaha untuk mengubahnya.

Freire berpendapat bahwa, untuk mendukung peningkatan kesadaran kritis sendiri, ada tiga tahap dasar  dalam pendidikan kritis yang diajarkan seperti Naming, tahap menanyakan sesuatu: what is the problem. Mempertanyakan sesuatu yang berkaitan dengan ‘teks’, realitas sosial atau struktur ekonomi-politik. Yang kedua Reflecting, mengajukan pertanyaan mendasar untuk mencari akar persoalan : why is it happening. Mengajar murid untuk tidak berpikir sederhana tapi kritis dan reflektif. Yang ketiga adalah Acting, proses pencarian alternatif untuk memecahkan persoalan: what can be done to change the situation. Merupakan tahap praksis/aksi dari sebuah pemikiran akan pemecahan masalah.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai ideologi pendidikan kritis, harapannya bisa menjadi sebuah inspirasi mengenai pendidikan. Tentu saja setiap ideologi memliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita harus terus belajar dan memperbaiki. Karena ilmu tak akan berhenti sampai sini. Terimakasih.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sabtu Sore Dikala Sendiri

Dikala cahaya melihatkan bayangan diri
Kulihat matahari begitu cerah namun sunyi
Meski awan – awan berusaha tenang menutupi
Begitu indah coretan sore bila dinikmati sendiri

Desah angin menuju timur seakan pergi
Berpamitan meninggalkan matahari sendiri
Pucuknya pohon hanya bisa menari – nari
Melepas kepergian asa di ujung jari

Ku tak lagi bisa bernyanyi riang disini
Kulihat nasib tergambar begitu sepi
Bukan hanya soal memikirkan nasib sendiri
Tapi dimanakah ksatria ini mencari jati diri

Gelora api yang dipupuk kini telah pergi
Jendela hati menjadi keji bak duri
Tak sepotong daging bisa dimakan lalu kau curi

Dan kesendirian ini...
Kan ku tutup demi janji suci suatu saat nanti


Penulis: Oktavimega Yoga Guntaradewa
Instagram: @Yogantarawa

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Akar Korupsi dan Kebutuhan Manusia

Gambar dari google

               Pembahasan ini bukanlah untuk membenarkan tapi untuk menjelaskan bagaimana korupsi bisa sangat mengakar.  Korupsi dalam undang – undang tipikor adalah: “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara”. Artinya korupsi adalah perbuatan yang melanggar hukum dan harus dimusnahkan sampai ke akar.

               Dalam pandangan struktural fungsional, semua yang tidak sesuai dengan fungsinya dalam struktur akan mengakibatkan ketidak seimbangan. Seperti parasit dalam tumbuhan, Korupsi dalam pandangan struktural fungsional adalah hal yang sangat merugikan. Korupsi juga dipandang sebagai hal yang menyimpang. Hal itu dikarenakan korupsi telah melanggar konsensus yang disepakati sehingga struktur tidak berfungsi pada mestinya (abnormal).

               Konsesus dalam sosiologi berarti kesepakatan yang disetujui secara bersama – sama oleh masyarakat untuk menciptakan keseimbangan dan berjalan sesuai nilai dan norma. Nilai sosial sendiri adalah hasil pemikiran masyarakat mengenai mana yang baik dan mana yang buruk. Nilai sosial secara sadar atau tidak telah dikonstruksikan oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Seperti apa yang telah kita ketahui mengenai mana yang baik dan buruk seperti cara makan, cara berpakaian, cara menulis, cara memberi dan menerima barang dan lain – lain.

               Konsensus selalu bersifat dinamis mengikuti perkembangan zamannya. Peraturan perundang – undangan dalam korupsi selalu diperketat sedemikian rupa. Seolah takut korupsi semakin menjalar. Pemerintah selalu berupaya memperbaiki hukum mengenai korupsi. Tapi, pertanyaannya adalah kenapa korupsi masih saja menjadi extra ordinary crime.  Disinilah perlu dipertanyakan sebenarnya apakah korupsi tidak bisa dimusnahkan? Ataukah korupsi merupakan kebutuhan kita sebagai manusia?.

               Dari semua pertanyaan – pertanyaan yang timbul bukan berarti kita harus menyerah atau bahkan putus asa. Percayakan pada diri sendiri korupsi bisa dibasmi mulai dari diri sendiri. Mungkin berat, mungkin juga sangat berat. Tapi ? daripada selalu teriak korupsi tapi diri sendiri masih?. Tidak ada kebutuhan manusia yang merugikan orang lain, yang ada hanyalah merugikan orang lain demi kebutuhan sendiri. Jadilah matahari dikala siang dan jadilah bulan di kala malam, Menebar kebaikan kepada sesama dan tetaplah terang meski malam begitu gelap gulita.

               
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebuah Cerita Sangat Pendek: The Sentimental

Awalnya seperti Thomas Alfa Edison yang dipandang sebelah mata dengan semua penemuan hebatnya. Lalu dianggap gila seperti John Nash dengan teori – teori bermanfaat kelas dunia. Sehingga mungkin, akan berakhir seperti Vincent Van Gogh dengan karya – karya menariknya termasuk Stary Night. Seperti Amancio Ortega kini Zara telah keseluruh dunia. Namun lucu sekali, seolah seperti niat dan usaha yang dilakukan Steve Jobs dengan Apple begitu besar tak dihargai, akhirnya dia dipecat dan menjadi sangat dramatis. Meskipun dia masih bisa bangkit dengan NeXT.


Entah apa yang terjadi. Mungkin itulah yang terjadi. Lihat saja apa yang akan terjadi.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Yoga Dewa

(Sociologist)

Focus on Community Development, Education, New Social Movement

Instagram: @Yogantarawa

Labels

  • CERPEN
  • MY ART
  • OPINI
  • Puisi
  • REKOMENDASI
  • TIPS AND TRICK

recent posts

Sponsor

Flag Counter

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  October (1)
      • Buku Pertama (MENGENAL GERAKAN MENGAJAR)
  • ►  2020 (6)
    • ►  May (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2019 (22)
    • ►  December (1)
    • ►  September (6)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (5)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (4)
    • ►  December (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (4)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  May (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (27)
    • ►  August (1)
    • ►  July (3)
    • ►  June (9)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (5)
  • ►  2015 (8)
    • ►  December (7)
    • ►  October (1)
  • ►  2014 (11)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates